Tampilkan postingan dengan label Emosi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Emosi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 September 2011

for someone i really love, someone who dont really love me.

i think,mm no i'm sure.this time is the perfect time to completly forget you.and to let you go.no exception.

dan jika akhirnya, aku mau dan mampu. the space gonna empty without my memory about you.

yeah, i'm sure.this is the right time. :-)

thank you,for being nice to me. thank you,always kind to me. although sometimes i make you my wild imagination object. thank you still wanna be my friend. and i love to see you,when you smile.

to: mpap

Minggu, 21 November 2010

Sudah, saya menyerah dengan setengah hati sambil tersenyum geleng-geleng.

Duh Gusti, kenapa saya tidak ada pikiran begini...

"yasudah ah, aku mau mendalami dulu apa itu Kampung...." lha dalaahhh, it mean saya setuju dong dengan aku, saya positive tidak presentasi nanti. padahal ada rasa tidak ingin mundur. cuman, kalo diteruskan dengan seadanya, rasanya tidak puas. huaaaaa, pengen nangis sekenceng-kencengnya. why??oalahhh Gusti..hamba mu sing siji iki. opo to yo karep'e..

Molor nambah molor aja. ntahlah, target yang di tetapkan bakalan terlaksana atau tidak. pastinya tidak kalau begini caranya. 5 mata kuliah g ada yang genah. apa ituuu, kena absen semua. mbolooossss terooossss, dari Teory, PA6, MBR, Seminar, Interior. g ada satupun yang beres. katanya, semua mata kuliah itu yang paling disukai...hanjingg laahhh habit ku ini. Duh Gustiiiii,pengen nangis beneran rasanya.

Yang ku kecewakan, g cuman satu orang. mungkin, dari Dosen wali sampek temen. hahahhaha.toh kali itu mereka bener2 perduli pada ku.huhuhuhu,ntahlah....

saya ragu saya bisa lulus dari Arsitektur ITS. T_T...

untuk Bapak, maaf maaf maaf, ntah pak, saya harus berucap berapakali maaf pada mu. hoaaaaa...saya  mundur 1 semester lagi. dan artinya saya butuh 6 tahun untuk mendapatkan gelar ST, dan artinya saya butuh uang lebih lagi, dan artinya lagi, maaf pak saya tidak bisa membantu keuangan keluarga....aahhh sungguh tidak berguna aku pak, sebagai anak pertama.

(seminar ku, ku tunda sampai semester depan kau, hei Kampung Seni Surabaya,,, i'll learn to love you. yeahh....).

Senin, 04 Oktober 2010


-TuHaN-

Sayang hidup diciptakan untuk SALING memikirkan bagaimana ORANG LAIN dapat hidup, tertawa, menangis. Sedangkan AKU bukan orang yang PERDULI dengan itu semua. dan Tuhan, Kau menciptakan karakter ku begitu BERANTAKAN! Walau aku tahu, ini adalah bagian dari sebuah PILIHAN - PILIHAN yang lain. Sama seperti selama ini, yang aku LEWATKAN begitu saja. Lantas, apakah KAU, akan membantu ku? ataukah hanya DIAM memandang ku dan melihat saja. MENUNGGU hasilnya bagaimana. MENUNGGU apa yang aku bisa perbuat? TUHAN, aku mati dalam keadaan ini. Aku muak dengan KARAKTER ini. aku BENCI melihat SIAPA yang ada di CERMIN. Ketika aku berkaca. SIAPA manusia diseberang sana? Apa harus HANCUR, satu sisi dari kami?

TUHAN, jawablah KECEMASAN ku ini.

Kamis, 04 September 2008

- Keluarga? -

Aku sayang ayah!
Karena ayah, aku bisa sekolah.
Ayah, selalu giat bekerja mencari uang.
Tentu saja untuk keluarga.

Tapi kata ibu, “ayah mu itu brengsek.”
Karena hasil kerja keras ayah, tidak di berikan ke ibu.
Memang sih, seharusnya seperti itu.
Kan ibu yang mengatur.
Dan ibu sering bilang, kalo ayah selingkuh.
Kalo ayah lebih sayang sama saudara-saudaranya.
Kalo ayah, mau menikah lagi.
Kalo ayah...
Kalo ayah...

Dan aku pernah melihat ibu menangis karena Ayah.

Ah, aku benci Ayah!

Sekarang, aku sangat sayang ibu!
Ibu ku yang cantik, ibu ku yang energik.
Jangan salah, ibu ku juga bekerja.
Ibu berwiraswasta, salon kecantikan.
Dan setiap pulang sekolah, aku selalu mampir ke salon ibu.
Tidak hanya di beri coklat.
Aku selalu saja mendapatkan uang saku lebih.
Ibu ku sungguh baik bukan.

Tapi kata kakak,
“ibu sama saja seperti ayah.Tidak ada bedanya!”
Sama-sama sibuk.
Walaupun memang selalu memberi uang saku.
Dan kakak sering bilang, kalo ibu suka berbohong.
Ibu juga licik!
Sudah bekerja, masih saja minta uang dari ayah.
Dibuat senang-senang.
Belanja ini, belanja itu.

Dan ketika aku pulang sekolah, aku menemukan rumah ku lenggang.
Tanpa barang-barang ibu lagi.

Ah, aku benci Ibu!

Sejak saat itu,
Aku sangat sayang pada kakak ku.
Hanya kakak ku seorang.
Aku hanya percaya pada kakak.
Hanya mau bergurau dengan kakak.
Walaupun Ayah masih tinggal dengan kami.
Walaupun Ayah masih membiayai kami.
Tapi yang aku sayang hanya kakak.

Kakak ku hebat.
Kakak ku sayang.
Seorang mahasiswa perguruan tinggi ternama.
Aku sering membanggakan ke teman-teman ku.
Dan aku tak jarang berkata pada diri ku,
”suatu saat nanti aku pasti bisa mengalahkan mu kak.”

Tapi, saat itu tertangkap sudah.
Kakak yang ku banggakan, kakak yang ku sayang.
Meminta uang pada ayah.
Dengan memaksa.
Katanya, ”buat beli buku.”
Ayah hanya diam memberi.
700 ribu ditangan.
Ada senyum lebar di wajah kakak.
Seperti bukan kakak.
Aku ngeri melihat itu.
Ternyata kakak sama saja dengan Ayah maupun Ibu.
Sama sekali tidak ada bedanya.

Ah, aku sangat benci kakak!

Kali ini aku hanya sendiri.
Ayah kerja.
Ibu pergi.
Kakak juga tidak disini.

Aku sepi.
Perhatian ayah, tidak ada lagi.
Cerewet ibu, tak akan pernah kembali.
dan sosok kakak yang tersenyum lebar.

Aku rindu.
Ayah yang bersabar.
Ibu yang licik.
dan kakak yang aku sayangi.

Aku rindu,
Akankah kalian kembali?

Surabaya, 05 september 2008,
01:11 am