Tampilkan postingan dengan label Sudut Pandang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sudut Pandang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Oktober 2010

aku menjadi seorang yang LABIL. lalu kenapa? setiap waktu menjadi musuh. namun tidak bisa dibilang demikian juga. aku memang seorang yang PEMURUNG. penuh dengan hawa SEDIH, DARK, seperti berada dalam terowong gelap yang panjang tak berujung. aku DEMIKIAN, hawa depresi itu selalu singgah, seperti SAHABAT ku. tanpa diundang. selalu SETIA bersama ku.

dan TEMAN yang slama ini aku berkutat bersama. tak selamanya BISA berada di SISI ku. seperti rasa itu. ketika 'SAHABAT' ku datang, aku berbagi dengan TEMAN ku. namun, siapa yang bertahan, tidak bosan. ketika aku selalu menceritakan tentang ' SAHABAT' ku ini. hmmmm, rasanya, aku TIDAK LAGI butuh teman. aku hanya butuh 'SAHABAT' ku yang selama ni dalam diam menemani ku, dengan caranya. terimakasih :)

Senin, 04 Oktober 2010


-TuHaN-

Sayang hidup diciptakan untuk SALING memikirkan bagaimana ORANG LAIN dapat hidup, tertawa, menangis. Sedangkan AKU bukan orang yang PERDULI dengan itu semua. dan Tuhan, Kau menciptakan karakter ku begitu BERANTAKAN! Walau aku tahu, ini adalah bagian dari sebuah PILIHAN - PILIHAN yang lain. Sama seperti selama ini, yang aku LEWATKAN begitu saja. Lantas, apakah KAU, akan membantu ku? ataukah hanya DIAM memandang ku dan melihat saja. MENUNGGU hasilnya bagaimana. MENUNGGU apa yang aku bisa perbuat? TUHAN, aku mati dalam keadaan ini. Aku muak dengan KARAKTER ini. aku BENCI melihat SIAPA yang ada di CERMIN. Ketika aku berkaca. SIAPA manusia diseberang sana? Apa harus HANCUR, satu sisi dari kami?

TUHAN, jawablah KECEMASAN ku ini.

Jumat, 05 September 2008

- penyair? -

Disudut ruangan, aku duduk tersingkirkan dari keramaian. Para manusia berurusan dengan urusannya masing-masing. Merasa asing diantara hubungan persahabatan yang telah lama terjalin. Tak pernah ku mengerti , apa yang ada di pikiran seorang penyair. Seorang penyair yang rata-rata menuliskan sebuah kehidupan yang jauh dari kenyatan. Seorang penyair mimpi. Penyair yang selalu menuliskan kata-kata indah yang dilanjutkan dengan memberi sentuhan-sentuhan lembut pada setiap kalimatnya.

Ketika malam itu tiba, hampir setiap orang tak berani keluar rumah. Sekalipun untuk melihat apa yang terjadi. Angin malam yang berhembus kencang, seakan-akan mengamuk tiada habisnya, membuat diriku terbangun dari peristirahatanku. Mantel tebal yang hangat melindungi tubuhku dari hawa jahat itu.

Berdiri menghadap adegan itu. Jiwa ku yang masih terkantuk-kantuk, tercengang melihat keindahan di tengah amukan dewa angin. Hampir lemas tubuhku, pikiranku menerawang hampir tak percaya. Sungguh hebat, tekstur dan bentuknya membuatku ingin merekam semuanya. Ternyata tak semua bencana di dunia ini adalah hal yang mengerikan. Badai yang dashyat pun masih memiliki keindahan yang tak terukirkan. Keindahan yang tak tampak begitu saja. Hal sekecil apapun memiliki keindahan. Sekalipun itu daur kehidupan makhluk hidup atau mutan.