Rabu, 13 April 2011

Sepertinya, Tuhan sedang gandrung menjawil - jawil sekat emosi saya. Entah harus bersyukur, karena sangat diperhatikan oleh-Nya, atau kah sebaliknya. Jika dibilang harus jujur. Saya, tidak habis pikir dengan kebijakan-Nya. Yah, tak perlu di pertanyakan lagi. Sudah jelas dengan ketidakjelasan tersebut. Tuhan, punya perspektif sendiri tentang kebijakan yang benar menurut-Nya. Namun, tetap saja saya tidak pernah habis berfikir.

Senin, 28 Februari 2011


. . . Teletabies beraksi . . .

Jumat, 18 Februari 2011



Pic from Tumblr.com

Selasa, 15 Februari 2011

Pahlawan Bulu Ketek, katanya

Sebuah percakapan tengah malam dengan seorang teman.

Pahlawan bulu ketek.

Entah datang dari mana sebutan itu. Percakapan lewat sms cukup memberikan imajinasi berlari, berjalan, berjoget kesana kemari. Terkekeh sendiri. Membayangkan si bulu ketek bermain, berkreasi, menari dengan asik. Lalu, tak hanya ada dengan sendirian, melainkan segerombolan. Dari ayahnya hingga eyang-eyangnya. Bergerombol jadi satu. Kuat. Lekat. Rasanya klan bulu ketek ini memiliki ikatan persaudaraan yang tinggi. Kekompakan dan kesolidan pun begitu indahnya tampak dengan jelas. Bagaimana tidak, ketika dibasmi habis-habisan, berharap tidak akan muncul lagi. Beberapa hari kemudian, klan bulu ketek menampakkan embrionya. Kecil – kecil namun pasti. Sang empunya pun tidak mau kalah dengan klan keras kepala ini. Usaha apapun dicoba. Hingga harus menahan rasa sakit pun dilalui sang empunya. Memerah. Lama, klan bulu ketek tidak terlihat. Sang empunya merasa bangga. Akhirnya aku memenangkan peperangan ini. Terlena, terkecoh, lalu lalai.

Matahari akhirnya bertengger ramah. Santai dengan kacamata hitam dan segelas air dingin. Sejuk. “santai dulu.” Katanya. Sang empunya bangun dengan keberatan di pantat. Perlu tenaga 1000kj untuk menendang pantatnya agar terkesiap. Memandang cermin, hendak mandi. Seperti biasa aktivitas dipagi hari sebelum mandi, mengecek ketiak dengan teliti. Diam, dan hening. “hmm, sepertinya aku sudah melupakan aktivitas ini beberapa hari yang lalu,”. Celetuk sang empunya dengan santai. Sembari menggerakkan badan, mulet-mulet. Tangan diangkat, dan sang empunya melihat sesuatu yang dia perangi selama ini seakan melambai dengan senyum penuh kemenangan, “aarrrgghhhhhhhhhhh….. tidak. Kenapa kalian muncul lagi dalam kelalaian ku…….?????” Dan akhirnya, sang empunya menyerah dalam amarah.

Bulu ketek mu menghancurkan imajinasi ku. Teganya kau umbar dengan gamang, pada ku. Seperti balita yang tengah mencoret coret dinding rumahnya.

Geli membayangkan bulu ketek mu menjulur rapi, lurus. Seperti direbonding. Mengalahkan rambut mu. Tapi adakalanya bulu ketek itu akan dirindukan. Tidak bagus juga, ketiak gundul tanpa pernak-pernik. Seperti gadis tanpa make-up.

Sekian pikiran kurang kerjaan saya.

Dari percakapan dengan seorang teman lewat sms. Dan dia dengan bangga mengatakan dirinya pahlawan bulu ketek. Buat nurul andini, terimakasih atas idenya.

Sidoarjo, 16 februari 2011, 0:42 (kamar rumah yang sumuk).

Minggu, 21 November 2010

Sudah, saya menyerah dengan setengah hati sambil tersenyum geleng-geleng.

Duh Gusti, kenapa saya tidak ada pikiran begini...

"yasudah ah, aku mau mendalami dulu apa itu Kampung...." lha dalaahhh, it mean saya setuju dong dengan aku, saya positive tidak presentasi nanti. padahal ada rasa tidak ingin mundur. cuman, kalo diteruskan dengan seadanya, rasanya tidak puas. huaaaaa, pengen nangis sekenceng-kencengnya. why??oalahhh Gusti..hamba mu sing siji iki. opo to yo karep'e..

Molor nambah molor aja. ntahlah, target yang di tetapkan bakalan terlaksana atau tidak. pastinya tidak kalau begini caranya. 5 mata kuliah g ada yang genah. apa ituuu, kena absen semua. mbolooossss terooossss, dari Teory, PA6, MBR, Seminar, Interior. g ada satupun yang beres. katanya, semua mata kuliah itu yang paling disukai...hanjingg laahhh habit ku ini. Duh Gustiiiii,pengen nangis beneran rasanya.

Yang ku kecewakan, g cuman satu orang. mungkin, dari Dosen wali sampek temen. hahahhaha.toh kali itu mereka bener2 perduli pada ku.huhuhuhu,ntahlah....

saya ragu saya bisa lulus dari Arsitektur ITS. T_T...

untuk Bapak, maaf maaf maaf, ntah pak, saya harus berucap berapakali maaf pada mu. hoaaaaa...saya  mundur 1 semester lagi. dan artinya saya butuh 6 tahun untuk mendapatkan gelar ST, dan artinya saya butuh uang lebih lagi, dan artinya lagi, maaf pak saya tidak bisa membantu keuangan keluarga....aahhh sungguh tidak berguna aku pak, sebagai anak pertama.

(seminar ku, ku tunda sampai semester depan kau, hei Kampung Seni Surabaya,,, i'll learn to love you. yeahh....).

Kamis, 14 Oktober 2010

aku menjadi seorang yang LABIL. lalu kenapa? setiap waktu menjadi musuh. namun tidak bisa dibilang demikian juga. aku memang seorang yang PEMURUNG. penuh dengan hawa SEDIH, DARK, seperti berada dalam terowong gelap yang panjang tak berujung. aku DEMIKIAN, hawa depresi itu selalu singgah, seperti SAHABAT ku. tanpa diundang. selalu SETIA bersama ku.

dan TEMAN yang slama ini aku berkutat bersama. tak selamanya BISA berada di SISI ku. seperti rasa itu. ketika 'SAHABAT' ku datang, aku berbagi dengan TEMAN ku. namun, siapa yang bertahan, tidak bosan. ketika aku selalu menceritakan tentang ' SAHABAT' ku ini. hmmmm, rasanya, aku TIDAK LAGI butuh teman. aku hanya butuh 'SAHABAT' ku yang selama ni dalam diam menemani ku, dengan caranya. terimakasih :)

Senin, 04 Oktober 2010


-TuHaN-

Sayang hidup diciptakan untuk SALING memikirkan bagaimana ORANG LAIN dapat hidup, tertawa, menangis. Sedangkan AKU bukan orang yang PERDULI dengan itu semua. dan Tuhan, Kau menciptakan karakter ku begitu BERANTAKAN! Walau aku tahu, ini adalah bagian dari sebuah PILIHAN - PILIHAN yang lain. Sama seperti selama ini, yang aku LEWATKAN begitu saja. Lantas, apakah KAU, akan membantu ku? ataukah hanya DIAM memandang ku dan melihat saja. MENUNGGU hasilnya bagaimana. MENUNGGU apa yang aku bisa perbuat? TUHAN, aku mati dalam keadaan ini. Aku muak dengan KARAKTER ini. aku BENCI melihat SIAPA yang ada di CERMIN. Ketika aku berkaca. SIAPA manusia diseberang sana? Apa harus HANCUR, satu sisi dari kami?

TUHAN, jawablah KECEMASAN ku ini.